Ujian Sesungguhnya Racikan Mourinho
REAL Madrid boleh saja mulai merasa lega setelah mampu mengakhiri puasa kemenangan di La Liga, usai melibas Rayo Vallecano 6-2, akhir pekan kemarin. Namun bukan berarti perjalanan Madrid di pentas Liga Champions akan mulus. Ujian sekali lagi akan dihadapi skuad asuhan Jose Mourinho itu saat menjamu Ajax Amsterdam, Rabu (28/9) dinihari, Stadion Santiago Bernabeu.
Sebelumnya madrid hanya menang tipis 1-0 atas Dinamo Zagreb di matchday pertama, Mourinho semakin tertekan setelah presiden klub, Florentino Perez menegaskan kembali tujuan mereka untuk memenangkan gelar ke-10 Liga Champions musim ini. Perez rupanya tidak melihat kenyataan bahwa tim-tim di Grup A adalah lawan-lawan yang tidak mudah ditaklukkan Madrid.
Situasi itu sebenarnya sudah terlihat saat skuad Mourinho harus susah payah meraih kemenangan 1-0 lewat gol tunggal Angel Di Maria (50?) saat menghadapi tim sekelas Zagreb. Kali ini di matchday kedua, Madrid akan melakoni laga klasik melawan raksasa belanda, Ajax Amsterdam.
Meski Ajax selalu kalah dari Madrid dalam dua pertemuan terakhir di fase grup Liga Champions, musim lalu, namun Ajax yang lalu bukanlah Ajax sekarang, faktor pelatih tetap tidak boleh dikesampingkan. Ajax saat ini ditangani pelatih Frank de Boer, yang diyakini sudah mengenal kekuatan Madrid sejak pria berusia 41 masih menjadi pemain Barcelona di era 1998-2003.
Jika gagal menang dari Ajax di Santiago Bernabeu, bukan tidak mungkin Madrid akan mengalami kesulitan untuk lolos ke fase berikutnya. Terlebih lawan yang akan mereka hadapi selanjutnya adalah raksasa Prancis, Olympique Lyon yang seringkali menyulitkan Madrid. Belum lagi konsentrasi Madrid masih harus terpecah lantaran mereka juga dipaksa harus bisa mengakhiri paceklik gelar di pentas La Liga sejak musim 2007-08.(net/rez)

















