KETIKA datang ke Britannia Stadium selama musim terakhir, Manchester United hampir selalu mencari momentum. Saat pulang, pencarian itu berbuah manis. Musim ini berbeda. Setan Merah –julukan United- berusaha menjaga momentum kala bertamu ke Stoke Sabtu (24/9). (Siaran langsung MNC TV pukul 23.00 WIB di Stadion Britannia).
Hasil sempurna dalam lima pekan melesatkan Manchester United ke daftar teratas klasemen maupun bursa calon juara. Chelsea, salah satu dari kemungkinan dua pesaing terberat yang tersisa, tak mampu menahan laju kencang skuad Alex Ferguson.
United bersiap melanjutkan lari cepat mereka ini saat mengunjungi Stoke. Bila menyimak hasil selalu menang dalam enam pertemuan selama tiga musim The Potters –julukan Soteke berada di Premier League, sulit meramal sang juara bertahan akan tersandung di Britannia.Stadion itu kemudian menelurkan keterkaitan unik antara momentum dan gelar juara bagi United.
Tiga musim silam, Manchester United bertamu saat boxing day setelah menjuarari Piala Dunia Klub FIFA. Sebelum bertemu juara konfederasi lain, United tak selalu meyakinkan di liga. Pasukan United menjawab sugesti Ferguson bahwa laga itu akan menjadi titik penting perjalanan mereka di Premiership.
Musim lalu, tepatnya 24 Oktober 2010, United memastikan kembali ke jalur kemenangan usai tiga hasil imbang di liga. Tiga angka Stoke City dalam dua musim tersebut menjadi modal besar United hingga akhir musim, saat mereka menjadi kampiun.
Dua musim lalu sebenarnya menjadi pengecualian. United sedang panas, sehingga kedatangan ke Stoke sekadar meneruskannya. Hasil akhir di Britannia tetap sama, yakni angka penuh bagi kubu tamu. Namun, torehan pada akhir musim tak berpihak kepada United. Chelsea lah kampiun 2009/10. Pantaslah Setan Merah berharap tuah Britannia musim itu tak terulang kembali.
Asa itu dapat mentah pula kalau grafik aktual jadi patokan.
Start mengesankan sebenarnya juga dibuat Stoke. Usai menahan Chelsea di Britannia, skuad Tony Pulis meraih dua kemenangan. dan satu seri pada tiga partai selanjutnya. Sayang, pekan kelima mengembalikan runner-up Piala FA musim lalu ini ke bumi. Lawatan ke Sunderland berakhir horor empat gol tanpa balas.
United, selain karena telah membuktikan diri lebih baik daripada tim mana pun termasuk Chelsea, akan datang dengan rasa superior. Fergie telah memperlihatkan tangan dinginnya dalam rupa anak-anak muda semacam Phil Jones dan Chris Smalling, Ashley Young, dan ketajaman dahsyat Wayne Rooney.
Dilatari kelolosan ke babak IV Piala Liga, Pulis masih melihat keuntungan United. Stoke dengan beberapa pemain inti menyingkirkan Tottenham lewat adu penalti, sementara United dengan sebagian besar pelapis menang telak atas Leeds.
Laga besar pada Sabtu dan Sir Alex akan senang melihat kemenangan sulit atas Tottenham. “Namun kebugaran pemain kami cukup baik dan mereka siap berlaga lagi,” kata Pulis dikutip This is Staffordshire.
Bahkan anak-anak Potters yang kembali bugar pun akan sulit menahan rekor 100 persen Setan Merah.(*)

















