JAVIER Zanetti masih bisa terhibur sekalipun Inter Milan keok dari Novara kemarin. Zanetti berhasil menahbiskan diri sebagai pemain yang paling sering membela klub berjuluk La Beneamata itu (757 laga). Pemain veteran (38 tahun) Argentina itu melampaui rekor Giuseppe Bergomi.
Saat menghadapi Novara, Zanetti mengenakan ban kapten dengan tulisan angka “757” yang dicetak dengan warna emas dengan dasar warna biru-hitam khas Inter. Di bagian atas ada namanya, sedangkan bagian bawah menunjukkan lawan dan tanggal laga.
Sayang, kondisi Inter yang tengah terpuruk membuat Zanetti enggan mengomentari rekor fantastisnya. Pemain yang membela Inter sejak 1995 itu memilih menanggapi start buruk timnya musim ini. “Yang akan kami lakukan setelah ini adalah tetap bekerja karena situasi seperti ini bisa terjadi pada klub manapun,” ungkapnya di Sky Sports 24.
Zanetti boleh saja enggan berkomentar, tapi tidak dengan para pelatih yang pernah memolesnya selama bermain di Inter. Selama 16 tahun menjadi bagian Inter, 16 pelatih pernah menjadi mentornya. Di antaranya Leonardo. Kendati hanya lima bulan menjabat (Desember 2010-Mei 2011), Leonardo memiliki kesan mendalam terhadap Zanetti.
“Angka-angka saja tidak akan cukup menjelaskan seberapa penting perannya (Zanetti) bagi Inter Milan dan dunia sepak bola secara keseluruhan,” kata Leonardo di situs resmi Inter.
“Yang langsung terlintas dalam pikiran saya tentang dirinya adalah yayasan yang Pupi (julukan Zanetti) kelola bersama Paula (istri Zanetti, red). Saya berpikir di situlah Anda dapat melihat sisi Javier yang tidak gila ketenaran,” sambungnya.
Roy Hodgson yang menukangi Inter dua periode (1995-1997 dan 1999) juga memiliki memori manis bersama Zanetti. Sebagai catatan, Zanetti mencetak gol paling banyak (enam gol) di era kepelatihan Hodgson. “Saya dan Javier bergabung dengan Inter pada tahun yang sama dan yang saya beruntung bisa berkolaborasi dengannya,” tutur Hodgson yang kini menangani West Bromwich Albion itu.(dns)

















