SUBANG-Para pedagang LPG di Kota Subang perlahan kian resah. Pasalnya, stok barang yang biasanya normal, dalam satu bulan terakhir mulai dibatasi oleh pihak Pertamina. Seperti pengakuan Lusi Lianawati (43), agen LPG di Kelurahan Soklat. Ia menjelaskan, stok LPG khusus 3 Kg di tempatnya kini mulai di kurangi.
Biasanya dalam satu kali pengiriman dari Pertamina, Lusi mengaku, usaha yang dirinting bersama suaminya itu mendapatkan pasokan LPG sebanyak 4.700 tabung per bulan. Namun, setelah adanya pembatasan dari pihak pertamina, kini PT Cliensa Satria Cita G (nama perusahaannya, red) hanya mendapatkan 4.100 tabung per bulan.
“Informasi awal yang kami peroleh sih katanya akibat faktor cuaca, akhir-akhir ini kan hujan terus, kapal yang memuat LPG dari balongan Indramayu sulit ke darat (dermaga, red), akibat pasang air laut,” katanya kepada Pasundan Ekspres.
Di perparah adanya informasi tersebut, sambung Cecep Suhenda (suami Lusi, red), kini pihak pertamina sudah melakukan tindakan agar alokasi LPG ke setiap agen mulai dibatasi. Langkah ini diambil, menurut informasi yang diterima Cecep, katanya dalam rangka menyesuaikan kebutuhan pengguna LPG di Kota Subang yang dirata-ratakan dalam satu bulan.
“Kan gak mungkin setiap orang sama dalam menggunakan LPGnya, ada yang satu, dua bahkan lebih. Apalagi pelaku usaha olahan (pedagang makanan, red) pasti akan menggunakan LPGnya lebih dari satu,” ujarnya.
Dengan adanya kondisi seperti ini, lanjut Cecep, pihaknya kini merasa menjadi posisi yang tidak menguntungkan. Satu sisi dirinya sebagai pengusaha akan mengalami kerugian besar, di sisi lain juga mendapatkan keluhan dari masyarakat akibat kurangnya pasokan LPG.
“Saya hanya berharap di rata-rata kan saja lah. Seumpama saya biasanya mendapatkan pasokan sebanyak 4700, terus sekarang mendapatkan 4100, berarti rata-ratanya 4500, mungkin kalau begini akan sedikit aman,” pungkasnya. (hra)

















