PAMANUKAN-Warga Dusun Pamugas RT 30 RW 12 Desa Mulyasari, Jumat (10/2), menghentikan secara paksa proyek pengerjaan saluran pipa PDAM yang melalui jalan di perkampungan mereka. Dalam aksinya, warga berkerumun dan mengusir para pekerja yang sedang melakukan penggalian serta memasang papan bertuliskan Proyek Galian di Tutup.
“Mereka main gali-gali saja tanpa pernah meminta ijin terlebih dahulu, dan juga tidak melakukan sosialisasi kepada kami. Perlu diketahui, jalan ini belum lama dilakukan pengaspalan. Sekarang jalan yang hanya lebarnya segini ini digali. Seperti di tempat lain, bekasnya tidak dipadatkan atau diperbaiki lagi,“ ujar Ketua RT 30 Dusun Pamugas, Carwati (45) di sela-sela aksi.
Aksi yang dilakukan warga, tambah Carwati, karena mereka khawatir jalan di lingkungan mereka menjadi rusak dan tidak akan diperbaiki kembali seperti semula. Apa yang dilakukan tersebut, menurutnya, bukan berarti mereka menghambat program pemerintah. Warga hanya menuntut agar jalan yang tadinya mulus dan bagus, setelah adanya galian pipa tersebut kembali seperti sediakala.
Kepala Desa Mulyasari, Oing Tohir mengatakan, dirinya baru tahu ada proyek yang melewati jalan di Dusun Pamugas. Sepengetahuan dirinya tidak ada permohonan resmi dari pelaksana proyek kepada pihak desa.
“Memang pernah ada yang datang, hanya saja tidak secara resmi. Setahu saya cuma lewat pinggir jalan raya, tidak akan melewati perkampungan. Kalau lewat jalan perkampungan seperti ini, saya tidak akan mengijinkan,“ ujar Oing.
Saat ini pihaknya sedang menunggu pelaksana proyek untuk menjelaskan kepada warga. Proyek galian tersebut terpaksa dihentikan sementara untuk meredam emosi warga. Menurut Oing, kekhawatiran warganya bukan tanpa alasan. Dari pengalaman yang sudah-sudah, setiap pengerjaan proyek galian PDAM bekasnya tidak pernah diperbaiki.(spr)

















