CIERENG-Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Subang tidak bisa memastikan penyakit yang harus diwaspadai masyarakat di cuaca yang sulit diprediksi dan tidak jelas saat ini. Pihak rumah sakit milik pemerintah daerah ini mengakui, berdasarkan data selama 2011 pasien yang menjalani rawat inap, penderita Febris Susp Typhoid (Typus) dan diare menempati urutan tertinggi.
“Sekarang cuaca tidak bisa diprediksi, antara hujan dan kemarau,” ujar Mamat, Humas RSUD Kabupaten Subang. Pasien yang menderita diare via Instalasi Gawat Darurat mencapai 918 pasien, disusul Demam Berdarah (DBD) sebanyak 377 pasien. Berdasarkan data RSUD Subang, penyakit dengan pasien terbanyak sepanjang 2011 yang masuk sebesar 6.80 persen.
Sementara UPTD Puskesamas Sukarahayu mencatat, rata-rata pada bulan September banyak warga yang berobat mengeluhkan radang tenggorakan (Naso Faringitis), kemudian disusul Infeksi Saluran pernapasan (ISPA). Hasil pantauan Pasundan Ekspres pada grafik Puskesmas Sukarahayu, pasien penderita Naso Faringitis mencapai 235 orang dan ISPA 220 orang. “Data ini adalah dari 10 penyakit yang berasal dari pasien rawat jalan Puskemas Sukarahayu,” ujar Ani, petugas Puskesmas Sukarahayu.
Mamat mengaku, data RSUD dengan Puskesmas tidak bisa disamakan karena banyak masyarakat yang tidak usah dibawa ke RSUD. Mereka sudah cukup diobati di puskesmas. “Penyakit-penyakit tertentu dan wilayah yang terjangkau, tidak harus selalu ke RSUD,” kata Mamat. Oleh karenanya melihat data penyakit dengan kondisi.(rst)

















