Ratusan Pedagang Akan Tertampung dengan Baik
PLERED - Konsep Pasar Citeko Plered akan berbeda dengan Pasar Simpang Rebo. Nantinya, pasar ini dipastikan terisi penuh karena menggunakan sistem sewa per tahun dengan harga yang terjangkau. Pasar Citeko Plered dibangun dari APBD multi years.
Kepala Dinas Koperasi UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Purwakarta, Mulyana E Gunawan, kemarin mengatakan, selain menggunakan sistem sewa, pasar baru di Desa Citeko, Kecamatan Plered tersebut juga memberi peluang kepada pedagang untuk memutuskan di tengah jalan jika ingin berhenti berjualan.
Sehingga penyewa pun dapat beralih tangan kepada pedagang lain. Itu merupakan kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta dalam memudahkan para pedagang. “Sedangkan untuk jadwal relokasi dilaksanakan setelah selesai pembangunan,” paparnya.
Turun langsungnya Pemkab Purwakarta dalam pembangunan pasar tanpa adanya pihak ketiga dipercaya sepenuhnya untuk kesejahteraan masyarakat. Untuk Konsultan Pengawas Pembangunan dilaksanakan PT Jayakons Putra Utama, dan Konsultan Perencana oleh CV Cipta Daya Sakti. “Untuk kontraktor pelaksanaan oleh PT Bangun Bumi Persada, dengan Nomor SPK : 02/Diskop UMKM-Perindag/PP-APBD/XII/2011,” katanya.
Pembangunan pasar tersebut memakan biaya sebesar Rp26,6 miliar, dilaksanakan mulai 1 Desember 2011 sampai 31 Januari 2013, atau selama 429 hari. Bangunan tersebut terdiri dari 300 toko, dan lapak 320. Jumlah tersebut disesuaikan dengan kebutuhan pedagang Pasar Plered yang mencapai 600 pedagang. “Disini ada kios dan toko, dan para pedagang memiliki potensi saat ini,” ujarnya.
Sutomo Supar salah seorang Direksi PT Bangun Bumi Persada mengungkapkan, pembangunan Pasar Citeko akan sesuai dengan rencana. Itu dilihat dari kontur tanah yang sangat bagus. Sehingga bangunan akan dapat berdiri kokoh di atas tanah seluas 2,8 hektare.
Tanah yang bagus didukung juga dengan letak bangunan yang berada di perempatan jalan sehingga sangat mendukung. “Untuk konstruksi pembangunan sama seperti yang diinginkan pemkab, ada pagar kahuripan dan mengunakan sistem satu jalur jalan,” jelasnya.
Sementara itu Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi dalam kesempatan tersebut turut meletakan batu pertama pada bangunan pasar Citeko. Meski kondisi tanah yang masih gembur akibat guyuran hujan, tidak menjadi halangan lancarnya acara tersebut. Dikatakan, bahwa pembangunan tersebut akan mampu memenuhi pelayanan dasar kepada masyarakat. “Untuk pengerjaan pembangunan mengerahkan 100 orang tenaga kerja dari masyarakat sekitar,” imbuhnya.
Ada tiga prinsip dalam pembangunan pasar di Desa Citeko. Yaitu prinsip pelaksanaan yang harus cepat dan tepat, kemudian tidak ada masalah dan memiliki manfaat banyak kepada masyarakat. Itu sebagai langkah pemkab untuk memberikan layanan maksimal kepada masyarakat terutama para pedagang.(sei)


















