PURWAKARTA-Aksi tawuran pelajar antara dua sekolah menengah kejuruan kembali terjadi di Jalan Basuki Rahmat Kelurahan Sindang, Kasih Jumat, (10/2). Saat aksi berlangsung, sejumlah anggota Satpol PP membubarkannya.
Tawuran antar pelajar tersebut terjadi tepat di tengah jalan. Dengan menggunakan senjata tajam seperti samurai, gir motor yang diikat oleh tali pinggang serta batangan kayu, para siswa saling serang dan adu pukul. Sontak akibat kejadian tawuran tersebut, pengemudi yang melintas menghentikan kendaraannya. Mereka takut kendaraan mereka terkena lemparan batu dan senjata tajam.
Puluhan petugas Satpol PP yang tidak sengaja melintas dan melihat dua kubu siswa terlibat tawuran, langsung membubarkan mereka, dibantu beberapa tokoh pemuda setempat.
Namun bukan takut, justru para siswa tersebut melakukan perlawanan kepada petugas dan warga sehingga aksi adu jotos antara siswa dan Satpol PP pun tak bisa terhindarkan. Hingga sekitar 15 menit aksi tawuran tersebut petugas Satpol PP menangkap dua orang pelajar dan menjadi bulan-bulanan petugas Satpol PP yang geram dengan aksi nakal mereka.
Dua siswa yang tertangkap adalah siswa kelas satu di sekolah kejuruan yang berlokasi di Simpang. Mereka dibawa petugas Satpol PP dan langsung diserahkan ke kantor Mapolsek Kota Purwakarta untuk diamankan.
Di ruangan kantor Polsek Purwakarta kedua pelajar tersebut langsung diperiksa, dan dikumpulkan sejumlah barang bukti aksi tawuran seperti samurai dan gir motor yang diikat tali pinggang.
Wakapolsek Purwakarta AKP Apep Pardan kepada Pasundan Ekspres mengaku geram dan sudah bosan dengan aksi tawuran pelajar di Purwakarta. Pihaknya sudah sering menangkap oknum siswa yang terlibat tawuran, “Kami akan memanggil masing-masing wali kelas mereka,” paparnya.
Sementara itu kedua siswa yang tertangkap untuk sementara ditahan di ruang tahanan Mapolsek Kota untuk dilakukan pembinaan dan menunggu jemputan dari kedua orang tua.(enu)


















