25 Tahun Belum Pernah Dapat Bantuan Rehab
PURWAKARTA-Nyaris roboh, bangunan ruang kelas SMPN I Bojong, yang sehari-hari dimanfaatkan untuk proses belajar kondisinya sangat memprihatinkan. Atap bagian atas jebol sehingga jika hujan turun air bocor dan membanjiri seluruh ruangan.
Bukan ruang kelas saja yang bocor dan atapnya dimakan usia, tapi ruang kepala sekolah juga kondisinya mengenaskan. Kepala SMPN I Bojong, Drs Heri Hermansyah ketika ditemui Pasundan Ekspres mengatakan, dari jumlah bangunan 17 hampir semua kondisinya rusak parah.
Dengan kondisi seperti ini sangat tidak optimal untuk proses belajar mengajar. "Tentu sangat khawatir, karena hampir semua ruang atapnya rusak, dan bocor, ketika hujan ya terpaksa pada kebasahan," terang dia, Senin (6/2).
Ruang kelas sebanyak 17 ini yang dimanfaatkan proses belajar mengajar. Sebanyak 6 ruang kelas rusak berat, atap rusak dan genteng bocor, 6 ruang kelas rusak ringan dan sisanya meskipun ada kerusakan masih bisa dimanfaatkan. Usia bangunana sudah hampir 25 tahun.
"Bangunan di sekolah ini memang cukup tua, dan belum mendapatkan bantuan keuangan untuk perbaikan dari pemkab. Dikhawatirkan kalau dibiarkan seperti ini bakal roboh," katanya.
Sementara itu Wakil Ketua Komisi III DPRD Purwakarta DPRD ketika terjun ke lokasi mengaku sangat prihatin dengan kondisi bangunan sekolah yang rusak parah.
"Sangat prihatin sekali. Kami salut kepada pihak sekolah, meskipun dengan kondisi ruang kelas yang rusak parah, masih terus berlajar. Ini yang mesti diperhatikan pemkab," katanya ketika berbincang dengan koran ini.
Menurut Budi, kondisi bangunan sekolah yang sudah rusak parah ini tentu sangat menganggu proses belajar siswa, dengan atap pada bocor dan rentan roboh.
"Ini menunjukan, bahwa pemkab belum maksimal memberikan perhatian pada dunia pendidikan. Contohnya bangunan SMPN I Bojong ini, daripada buat gempungan lebih baik buat pendidikan, kan bagus," cetusnya.
Dikatakan Budi, dengan kondisi ini pihaknya akan mendesak pemerintah, baik propinsi, pusat dan daerah agar perhatikan pendidikan di Purwakarta. termasuk peningkatan infrastruktur yang ada di sekolah ini.
"Kondisi ini benar-benar memalukan, sementara masih ada sekolah yang bangunanya brobrok. Tapi kegiatan pembangunan yang jauh dari manfaat terus dilakukan," pungkasnya.(ctr)


















