PURWAKARTA–Kondisi ekonomi masyarakat yang kian hari kian menurun, perlu ditangani secara intens pemerintah pusat dan daerah. Hal ini diperburuk dengan naiknya harga bahan pokok yang kian hari kian meningkat, seperti halnya beras merupakan bahan makanan pokok masyarakat Indonesia.
Harga beras di pasar tradisional saat ini mencapai Rp7.000–Rp7.500 per liter. Nunung (37), warga Cipaisan mengeluhkan kenaikan harga beras tersebut. “Harga beras bagaikan harga emas saat ini. Jika emas mahal dibeli untuk perhiasan meski dengan harga ratusan ribu bagi yang mampu, namun untuk kami membeli beras merupakan kebutuhan untuk mengenyangkan perut,” katanya.
Jadi lanjutnya, jika orang kaya mendesak membeli perhiasan sebagai salah satu kebutuhan hidup. “Maka kami orang yang kurang mampu mendesak membeli beras untuk kebutuhan hidupnya,” terangnya.
Sekarang ini perhatian pemerintah sebaiknya lebih fokus kepada harga sembako daripada memikirkan harga diri dan politik. Semuanya mesti menyadarai akan kebutuhan hidup namun kelangsungan hidup dengan memperhatikan aspek persaudaraan mesti diperhatikan.
“Kalau saja politikus dan pejabat lebih mengerti akan kebutuhan rakyat, saya rasa kebutuhan petinggi negara yang membutuhkan suara dari rakyat, akan mudah mendapatkan suara tersebut. Cukup memberikan kontribusi dan pemikiran agar rakyat tidak kelaparan, harga sembako murah,” tegasnya.(mas)


















