WANAYASA-Rangkaian akhir kegiatan Gebyar Budaya JAPFA 4 Kids, awal tahun ini diisi pementasan seni Sunda oleh pelajar tingkat sekolah dasar (SD) di Wanayasa. Acara diikuti tujuh sekolah, menghadirkan 1.860 pelajar dan 94 guru. Yaitu dari SDN 1 dan 2 Taringgul Tonggoh, SDN Taringgul Tengah, SDN Sukadami, SDN Ciawi, SD Plus Al-Islam dan MI Taringgul Tonggoh.
Dikatakan Head Ofice PT JAPFA Arsanti, kegiatan tersebut sebagai salah satu bentuk kepedulian kepada dunia pendidikan. JAPFA mengadakan training 5 S kepada pelajar dan guru. Rangkaian kegiatan dimulai, 24 Januari sampai puncaknya, Kamis (26/1) di SDN Taringgul Tonggoh. Upaya untuk menerapkan 5 S yaitu, seiri, seiton, seisi, seiketsu dan shitsuke. Dengan memilah, menata, membersihkan, memantapkan dan membiasakan, diharapkan menjadi kebudayaan di sekolah.
“Ini untuk membantu mengembangkan potensi individu pelajar SD dan guru yang telah mengikuti traninging 5 S, sehingga menjadi budaya, baik di sekolah maupun di rumah,” paparnya saat konferensi pers.
Dalam kegiatan tersebut juga hadir Bupati Purwakarta H Dedi Mulyadi dan Kepala Produksi PT JAPFA wilayah Wanayasa Nursasongko. Kegiatan yang telah dilaksanakan dari tahun 2008 tersebut, hingga kini telah diikuti 35.500 pelajar SD, 3.000 guru dan 188 sekolah. Menurut Arsanti, dipilihnya SD untuk training 5 S, karena pada masa tersebut sangat baik untuk pembentukan karakter.
“Semuanya pasti sudah tahu, karena masa anak-anak sangat bagus bila diberikan materi 5 S tersebut ditambah dengan asupan gizi yang cukup,” ujarnya.
Sementara menurut bupati, kegiatan tersebut akan dapat melatih mental dan budaya disiplin para pelajar. Sehingga anak-anak akan terbiasa dengan budaya disiplin. Pembentukan budaya disiplin lanjutnya, harus benar-benar teraplikasikan dari mulai anak-anak di Purwakarta.
Sedangkan menurut Nursasongko, hingga saat ini konsumsi protein hewani di Indonesia masih kecil prosentasenya. Dengan adanya JAPFA 4 Kids, diharapkan mampu meningkatkan kesadaran untuk hidup disiplin dan mengkonsumsi protein hewani yang cukup. Sehingga pelajar akan terpenuhi asupan gizi secara maksimal. “Konsumsi perkapita di Indonesia itu hanya enam sampai tujuh kilogram per tahunnya untuk satu orang. Sedangkan standarnya itu 11 kilogram per tahun,” pungkasnya.(sei)


















