PURWAKARTA-Persipo memetik satu angka dalam pertandingan perdana Divisi II PSSI Grup 8 di Stadion Purnawarman Purwakarta, kemarin. Kesebelasan kebanggaan warga Purwakarta ini bermain imbang 1-1 saat menghadapi tamunya, Persigar Garut.
Pada menit-menit awal, Persipo terlihat bermain cantik. Pelatih menerapkan formasi 4-4-2. Namun karena terbuai dengan menyerang, justru tuan rumah kebobolan terlebih dahulu pada menit ke 35, berawal dari kesalahan salah satu pemain belakang Persipo. Gol Persigar tercipta melalui kaki Sutisna (12).
Penonton kecewa. Hingga peluit babak pertama ditiup, Persigar unggul dengan skor 1-0. Persipo yang diasuh oleh pelatih Dodo Zakaria kembali mengatur strategi. Di tengah waktu permainan sempat terjadi keributan antar pemain, bahkan pelatih Persigar Oded Sutarla sempat diusir wasit dan pihak keamanan, untuk mengantisipasi terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Pada saat terjadi keributan antar pemain, Oded tampak berang sehingga mengundang amarah supporter tuan rumah.
Akibat insiden tersebut Bupati Purwakarta yang menonton di pinggir lapangan ikut melerai perkelahian ke tengah lapangan. Dan pertandingan terpaksa dihentikan sementara.
Tak lama permainan kembali digelar. Dan Persipo berhasil membobol Persigar pada menit ke 70 melalui kaki Sugi (14). Skor 1-1 bertahan hingga pluit panjang ditiup. Kekecewaan tampak dari pelatih Garut Oded Sutarla. Menurutnya, keributan antar permain akibat kepemimpinan wasit yang tidak tegas, “Saya kecewa bukan karena skor 1-1, tapi karena wasit yang kurang tegas dalam memberikan keputusan,” tandasnya.
Bahkan ketika permainan selesai sang wasit terpaksa dikawal puluhan polisi untuk dibawa ke luar stadion. Ini untuk menghindari amukan supporter dari dua kesebelasan.
Sementara itu pelatih tuan rumah, Dodo Zakaria mengaku puas dengan permainan anak asuhnya. Walaupun ia sedikit mengeluh akibat dari persiapan mental pemain yang kurang, “Coba bayangkan, persiapan kami cuma dua hari,” katanya. Selain itu Dodo mengaku kecewa kepada pihak managemen Persipo yang menurutnya kurang memberikan perhatian lebih kepada anak asuhnya. Terutama yang berkaitan dengan dana yang minim, sehingga persiapan anak asuhnya kurang maksimal.(enu)


















