MANPAN Dradjat membuktikan bahwa usia muda tak jadi halangan dalam menggapai karier. Pada usianya yang baru menginjak 37 tahun, Manpan telah memiliki beban untuk memajukan sebuah perguruan tinggi.
Kiprahnya dalam dunia pendidikan terus ia geluti hingga menapaki program S3 yang sedang dijalaninya. Saat ditemui Pasundan Ekspres, Kamis (16/2) Manpan yang saat ini memimpin sebuah perguruan tinggi di Purwakarta ini, mengaku bangga menjadi pemimpin.
Namun ia juga mengaku jabatan yang disandangnya sebagai sebuah amanah yang berat. Namun dirinya tetap optimistis untuk memajukan pendidikan Islam yang hingga kini masih dibilang tertinggal. Milad ke 17 di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Dr.Khez Muttaqien menjadi momen penting di awal kepemimpinanya.
“Semakin hari semakin meningkat kualitasnya, dan mudah-mudahan akhir semester genap ini kompetensi mahsiswa semakin bagus dan mampu diterima bekerja dengan nilai memuaskan,” tuturnya.
Ready To Be Used And Trusted, demkian slogan yang terus ia dengungkan di awal-awal kiprahnya menjadi ketua. Siapa sangka slogan tersebut menjadikan alasan betapa pentingnya menjadi bagian yang bermanfaat dalam setiap kemajuan dan dipercaya masyarakat.
Itu untuk memberikan jaminan bagi mahasiswa yang berkuliah di Kampus STAI Dr.Khez Muttaqien. Baginya kesiapan mahasiswa menjadi guru teladan dengan akhlak mulia harus juga ditopang dengan kompetensi yang mumpuni.
Pembelajaran yang interaktif pada saat perkuliahan diharapkan mampu dibawa ke sekolah dan menjadi nilai tambah ciri khas kampus. "Mampu membuat perencanaan pembelajaran dengan baik, itu menjadi kompetensi lulusan kami selain kompetensi lainnya," imbuhnya.(sei)


















