DIUSIANYA yang masih begitu muda, Ii Abdul Basit telah menorehkan prestasi yang membanggakan. Bagi pemuda berusia 21 tahun ini, semua pencapaian tersebut merupakan proses ketekunan dan kedisiplinan dalam belajar. “Harus seimbang juga antara perjuangan dengan ikhtiar,” kata warga Kampung Tanjungsari Desa Sumbersari Kecamatan Pagaden, kemarin (7/2).
Pada mulanya, Marthin begitu panggilan akrabnya, sangat berminat terhadap olahraga senam. Dari minatnya tersebut, dirinya berharap secara internal mampu memiliki kesehatan secara jasmani. Namun seiring dengan perkembangannya, ternyata dirinya mampu mencapai lebih dari apa yang menjadi harapannya.
“Saya selalu ingat pada ungkapan dalam diri yang kuat terdapat jiwa yang sehat, nah saya tambahkan bahwa dari yang sehatlah semua berawal prestasi tersebut,” tegas pria kelahiran Subang 10 Januari 1991 lalu ini.
Dalam kesehariannya, Marthin yang kini kuliah di Universitas Subang tersebut, telah menjadi instruktur senam diberbagai lembaga, salah satunya di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Subang yang merupakan tempatnya dulu menimba ilmu.
“Walaupun sudah mencetak prestasi, tetap saja berlatih itu perlu,” tegasnya.
Adapun prestasi yang pernah ia raih dalam bidangnya tersebut, meliputi Juara I Senam SKJ 2008 tingkat nasional di Kemenpora Jakarta tahun 2011, juara II Aerobic Beregu tingkat nasional di Kemenpora Jakarta tahun 2011, juara I Senam Indonesia Jaya tingkat nasional di Kemenpora Jakarta tahun 2009, juara II Senam SKJ 2008 tingkat nasional di Kemenpora Jakarta tahun 2009, senam SKJ 2004 tingkat nasional di Kemenpora Jakarta tahun 2008 dan lainnya.
“Saya hanya berharap agar kita semua bisa menjaga kesehatan, dengan demikian kita mampu berprestasi walau prestasi yang di raih oleh kita berbeda-beda,” tandasnya.(hra)
















