SEBAGAI Lurah Karanganyar yang mengurusi 32 RW dengan 118 RT, sebagai kelurahan terbesar se-Kabupaten Subang, sempat membuat Syarif Hidayat beberapa kali mengajukan untuk mengundurkan diri. Tekanan-tekanan permasalahan dari atas yang seringkali datang padanya hampir menjadikannya ‘lelah’ memimpin Karanganyar sejak 2009.
Namun ada motivasi yang belakangan menghinggapi dirinya, yaitu menikmati hidup meski banyak tekanan. “Sebab kalau tidak begitu, malah bikin penyakit. Apalagi usia tidak lagi muda,” kata mantan Lurah Dangdeur ini.
Walaupun begitu, dengan kepemimpinannya ini sekarang ia sudah ingin pensiun. Menurutnya, sudah merupakan pengabdiannya kepada Karanganyar, terutama warga Subang. Apalagi banyak permasalahan di wilayah Karanganyar terutama masalah agraria. “Kalau tidak mengandalkan gaji PNS, mungkin jarang yang kuat mengurus wilayah kelurahan seluas ini, ditambah banyaknya tekanan,” ujarnya.
Namun, ia bersyukur karena dalam masa kepemimpinannya banyak mencatat sejumlah keberhasilan. Selain organisasi-organisasi masyarakat seperti Posyandu, PKK, Karanganyar juga menyumbangkan Pajak Bumi dan Bangunan terbesar (PBB) se-Kabupaten Subang.(rst)

















