Harian Umum Pasundan Ekspres Online

6.562 Honorer K2 Siap Diseleksi

Estimasi BKD 3.000 Sukwan Gugur
SUBANG
-Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Subang saat ini sedang memproses aturan  tentang tenaga honorer katagori II (honorer K2) menjadi CPNS.  Kepala BKD Subang Dra Hj Nina Herlina MSI mengatakan, dari jumlah honorer K2 di Kabupaten Subang sebanyak 6.562 orang akan diangkat menjadi CPNS melalui testing dengan melakukan  uji publik terlebih dahulu.
Menurut Nina, pelaksanaan uji publik tersebut dalam rangka penyaringan sukwan K2 dari jumlah 6.562 orang akan berkurang, sehubungan ada beberap hal yang harus digarisbawahi terutama banyak data honorer K2 yang direkayasa.
”Dengan jumlah sebanyak 6.562 orang sukwan di Kabupaten Subang, yang siap dan layak untuk ikut seleksi dari honorer K2 menjadi CPNS. Ada Sukwan yang tidak layak untuk ikut seleksi. Dari jumlah sukwan tersebut estimasi akan ada sukwan yang gugur tidak bisa ikut testing sekitar 3.000 orang,” kata Hj Nina kepada Pasundan Ekspres Rabu (26/12).
Dalam uji publik honorer K2 nanti, lanjut Nina, akan dilakukan oleh sesama tenaga honorer, kepala SKPD, LSM, serta melibatkan unsur dan pers termasuk ormas. “Semua unsur yang  terlibat uji public itulah yang bisa menyatakan kebenaran tentang honorer K2 sesuai aturan berlaku dan bekerja dis etiap SKPD di Kabupaten Subang,” papar Nina.
Dengan dilaksanakan uji publik bagi sukwan katagori II di Kabupaten Subang, nantinya akan mengurangi  jumlah sukwan katagori II tersebut  dengan seleksi administarasi dan seleksi tulis. Pelaksanaan seleksi tulis itu sendiri ada dua yaitu masing-masing seleksi dasar dan tes kompetensi bidang.
“Apabila seleksi pertama  lulus, dan para sukwan akan mengikuti seleksi yang kedua. Jika seleksi kedua lulus maka yang bersangkutan dipertimbangakan menjadi CPNS. Hal itu merupakan verifikasi awal, karena nanti juga akan ada verifikasi akhir yaitu verifikasi pemberkasan. Berkas-berkas itu nantinya akan berguna apabila nanti ada sukwan yang tidak memenuhi syarat akan secara langsung gugur dan yang memenuhi  persayaratan akan  lolos,” tandas Nina.
Selain itu bakal ada 90 orang sukwan akan diuji oleh pihak pemerintah pusat. Pihaknya berharap kepada 90 orang tersebut agar bisa lolos semuanya karena menyangkut nasib Kabupaten Subang. “Apabila ke-90 orang tersebut tidak ada yang lulus, maka jangan menyalahkan institusi, dan hal itu merupakan aturan hukum yang berlaku,” ujar Hj Nina.
Sementara Forum Tenaga  Honorer Sekolah  Negeri  Indonesia (FTHNSI) DPC  Kabupaten Subang terus melakukan koordinasi dengan pihak DPRD, pemerintah daerah khususnya BKD, terkait proses rekrutmen honorer K2 menjadi CPNS.
Sekertaris FTHSNI DPC Kabupaten Subang  Rudhi mengatakan, sebagai pengerus  FTHNSI telah melakukan koordinasi dengan dewan dan Pemda Subang. Dewan subang sedang menunggu petujuk teknis terkait rekrutmen sukwan menjadi CPNS dari pemerintah pusat khususnya BKN serta Menpan.
“Kalau aturan sudah turun dari pemerntah pusat ke BKD Subang, maka dana untuk retrutmen dari sukwan ke CPNS akan turun dananya. Pemkab Subang telah menganggarkan dana APBD murni atau APBD perubahan  sebesar Rp700 juta untuk testing sukwan ke CPNS. Eksekutif dan legislatif Subang siap membantu program tersebut,“   ungkap Rudhi.(bds)

 
Catatan Dahlan Iskan

Kolom Khusus Catatan Dahlan Iskan

Dengan Grobogan Tidak Perlu Impor

Kita belum tahu siapa yang akan menjadi juara Wirausaha Muda Mandiri tahun ini. Minggu depan, dalam acara yang biasanya dihadiri 5.000 wirausaha muda,...


Catatan Lainnya...

iklan kanan