Persepsi Parpol Belum Temukan Sepakat
PURWAKARTA- Pertemuan partai politik di Hotel Plaza Bukit Indah City, Selasa (21/2) malam, untuk menyamakan persepsi kelihatanya masih menemui jalan buntu, terutama acara kongsi untuk mengusung paket calon yang akan maju di pemilukada tahun 2012 belum ada titik temu.
Harapan Neng Supartini Ketua DPC PKB Purwakarta yang ingin menggaet parpol untuk berkoalisi rupanya masih menemui jalan buntu, dan harus melalui proses panjang untuk mempersatukan para elit politik.
Hadir dalam acara pertemuan dengan tema persamakan persepsi yang dilaksanakan hingga larut malam tersebut, yaitu petinggi parpol dari PDIP, PKS, PPP, Gerindra, PAN, Hanura PKB dan sejumlah partai lainya. Hanya Demokrat yang tidak diundang dalam pertemuan tersebut.
Neng Supartini Ketua DPC PKB Purwakarta sebagai moderator dalam acara tersebut, sejak awal berbicara terlihat selalu memberikan angin segar dan menginginkan pertemuan ini menjadi pertemuan koalisi antarparpol, tujuanya agar memilih Dedi Mulyadi.
Sementara itu Acep Maman Ketua DPC PDIP mengatakan, PDIP untuk soal koalisi akan membukkanan pintu lebar-lebar kepada partai manapun. “Kami akan buka lebar pintu bagi parpol untuk koalisi jelang pemilukada. Kendati PDIP sendiri sudah menentukan dengan siapa akan berkoalisi, termasuk siapa yang akan diusung PDIP,“ terang dia.
Sementara Iskandar, Ketua DPD PKS berharap agar pertemuan ini menjadi hal yang baik buat Purwakarta ke depan, termasuk soal koalisi. “Kalau PKS jelas akan melakukan koalisi dengan parpol lain, namun juga harus jelas persamakan persepsi, termasuk siapa paket calon yang akan diusung nanti,” katanya.
Di tempat terpisah, Ketua DPC Demokrat Toto Sandi ketika dihubunggi terkait dengan soal tidak diundang partainya dalam pertemuan, menandakan bahwa penyelenggara tidak transparan, dan alasan Demokrat tidak diundang juga harus jelas.
“Pertemuan ini tidak fair, dan Demokrat pertanyakan itu. Kalau memang untuk Purwakarta semakin lebih baik, semuanya harus terbuka. Kendati tidak diundang pun tidak jadi soal bagi Demokrat,“ kata Toto.
Ketua DPD PAN Purwakarta Awod Abdul gadir juga mempertanyakan perihal tidak diungdangnya Demokrat dalam pertemuanb itu. “Kami mengapresiasi pertemuan atas undangan PKB. Namun PAN mempertanyakan pada PKB, kenapa PD tidak diundang, dilibatkan dan tidak diajak. Bila konteksnya silaturahmi partai-partai politik mengapa ada yang tidak diundang?” tanya Awod.
Awod juga menandaskan, PAN sejak awal dengan tegas ingin mengajak jadikan hajat demokrasi tahun ini jangan dikotori, dicemari dengan hal-hal yang merusak demokrasi itu sendiri. “Agar rakyat lebih pandai, dan dapat pendidikan politik yang profesional, dan benar,” kata Awod.(ctr)
















