Harian Umum Pasundan Ekspres Online

100 Polisi Lumpuhkan John Kei

Diduga Bunuh Bos Sanex
JAKARTA-Suasana RS Polri dr Soekanto, Kramat Jati, Jakarta Timur, hingga tadi malam mencekam. Puluhan orang yang mengaku teman John Refra alias John Kei memilih berjaga di pelataran rumah sakit. Mereka belum bisa menerima penangkapan yang dilakukan aparat Polda Metro Jaya Jumat (17/2) menjelang tengah malam.
John Kei yang selama ini akrab dengan dunia kekerasan di ibu kota itu dirawat karena terluka tembak di kaki kanan. Ratusan polisi dari Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menggerebeknya di kamar nomor 501 Hotel C’One Pulomas, Jakarta Timur. "Sekarang masih tahap pemulihan," kata pengacara John Kei , Taufik Chandra, tadi malam.
John Kei dibekuk tim yang dipimpin Kepala Satuan Kejahatan dengan Kekerasan AKBP Helmi Santika. Sebab, dia diduga terlibat pembunuhan bos PT Sanex Steel, Tan Hary Tantono alias Ayung. Ayung dibunuh dengan luka penuh tusukan di Swiss Bel Hotel, Sawah Besar, Jakarta Pusat, 26 Januari lalu. "Dari lima tersangka yang sudah kami tangkap, kami dapatkan nama JK (John Kei)," ujar Kasatjatanras Polda Metro Jaya AKBP Helmy Santika kemarin.
Lima orang itu adalah C, A, T, DK, dan KP. Menurut Helmy, polisi juga memiliki rekaman closed circuit television (CCTV) yang menunjukkan keberadaan John Kei saat peristiwa pembunuhan terjadi. Karena itu, setelah merasa cukup bukti, Helmy membawa timnya yang dibantu satuan Brimob Polda Metro Jaya melakukan penangkapan. "Saat hendak ditangkap, dia lari. Karena itu, dilumpuhkan di kaki," kata mantan penyidik kasus Antasari Azhar itu.
Helmy menjelaskan, penyidikan dilanjutkan setelah John Kei memungkinkan untuk diperiksa. "Nanti kami koordinasi dengan tim dokter," kata mantan Kasatreskrim Polres Jakarta Selatan itu.
Motif awal pembunuhan itu diduga kasus utang piutang yang mencapai angka ratusan juta rupiah. Para tersangka menagih uang upah yang belum dibayar Ayung. "Masih kami dalami. Nanti diperiksa dulu, baru jelas," kata Helmy.
Apakah polisi takut hingga perlu 100 polisi untuk menangkap John Kei? Helmy membantah jumlah itu. "Tidak sampai segitu. Kami proporsional saja," katanya.
Sumber Jawa Pos (Grup Pasundan Ekspres) menjelaskan, penangkapan itu menggunakan kekuatan penuh. Ini karena polisi sudah berhitung dengan kelompok John Kei yang diduga memiliki senjata api. "Tidak bisa ambil risiko," ujarnya.
Empat orang yang masuk kamar juga langsung mengacungkan senjata setelah John tepergok. Tahu dirinya hendak ditangkap, John Kei sempat menghardik dan memperkenalkan diri. "Berani benar kalian. Tak kenal aku ya? Ini John Kei," katanya menirukan.
Polisi juga menempatkan lima petugas bersenjata lengkap di mobil APV yang membawa John Kei ke ruang klinik Bidang Kedokteran Kesehatan Polda Metro Jaya. Karena lukanya cukup parah, penyidik membawa John Kei ke RS Polri Sabtu dini hari. Polisi juga menyita mobil John berjenis Jeep Wrangler dengan plat nomor B 1 TUT.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto menjelaskan, saat penangkapan, ada indikasi John Kei melawan petugas. "Karena itu, diambil upaya pelumpuhan oleh petugas," kata mantan Kapolres Klaten, Jawa Tengah itu.
Barang bukti yang disita dalam penangkapan itu adalah uang tunai Rp 5.250.000, sebuah handphone merek Vertu warna silver, sebuah notebook Samsung hitam, dan dompet hitam cokelat. "Saat ditangkap, JK bersama AF. Ada bong sabu-sabu," kata Rikwanto. AF adalah Alba Fuad, artis yang pernah tenar pada 1980-an dan masih keponakan artis Ahmad Albar.
Ancaman John dalam kasus pembunuhan bos PT Sanex Steel ini adalah pasal 340 jo pasal 56 KUHP, yakni pembunuhan berencana. "Ancamannya hukuman seumur hidup atau minimal 20 tahun," kata alumnus Akpol 1988 itu.
Rikwanto belum bisa memastikan tempat John Kei akan ditahan. Namun, salah satu opsinya adalah dititipkan di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, untuk kepentingan penyidikan. "Nanti, kami rawat dulu di RS Polri," katanya.
Penjagaan di RS akan dilakukan personel Brimob Polda Metro Jaya dan Polsek Kramat Jati, Jakarta Timur. "Kami tempatkan dua peleton (60 orang) di sana," katanya.
John Kei sendiri membantah terlibat dalam pembunuhan bos Sanex Steel. "Aku ini temannya, tidak mungkin itu (membunuh)," katanya kepada kerumunan wartawan di RS Polri Kramat Jati kemarin.
Pengacara John Kei, Taufik Chandra, juga membantah kliennya berada di lokasi pembunuhan saat Ayung ditusuk dua kali dan digorok lehernya. "Kami punya bukti pembandingnya," katanya.
Dia menyayangkan penangkapan polisi yang dinilai berlebihan. "Mengapa harus ditembak? John tidak melawan. Saat mereka menangkap juga tidak ada suratnya," katanya.
Jika polisi memanggil John Kei untuk dimintai keterangan soal peristiwa pembunuhan Ayung, menurut Taufik, pria asal Maluku itu pasti datang. "Sejak awal dia siap dimintai keterangan kok," katanya.
Pihak keluarga juga mengecam penjagaan terhadap John Kei yang dinilainya berlebihan. Termasuk larangan ditemui keluarga. "Ini polisi sudah overacting," katanya.
Karena itu, pihaknya akan melapor ke Propam Mabes Polri. "Kami siapkan pelaporan, terutama soal penembakan terhadap orang yang tak melawan," ujarnya.
Dikonfirmasi ulang soal rencana pelaporan ke Propam itu, Rikwanto mempersilakan. "Itu hak mereka," katanya. Yang jelas, penyidik memiliki bukti lebih dari cukup untuk melakukan tindakan hukum.
Pembunuhan Ayung sendiri terekam CCTV yang dimiliki penyidik. Total ada 16 orang yang terlihat di sekitar kamar dan hotel tempat Ayung saat peristiwa terjadi. Pengusaha baja asal Surabaya itu ditemukan tewas dengan luka tusuk lebih dari satu dan leher tergorok.
Di bagian lain, Mabes Polri memberikan atensi terhadap penangkapan John Kei. Kepala Bidang Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Boy Rafli Amar menjelaskan, pihaknya akan mendukung Polda Metro Jaya jika memang dibutuhkan. "Dukungan itu misalnya personel atau fasilitas lain," katanya.
Boy juga mempersilakan pihak John Kei jika hendak melapor ke Propam. "Kami terima sepanjang mengikuti prosedur dan aturannya, silakan," katanya.(rdl/jpnn/c2/nw)

 

Profil Pilihan Terbaru

article thumbnailBisnis Bermodal Inovasi

INOVATIF merupakan sebuah kemampuan yang harus dimiliki oleh siapa pun yang akan terjun dalam dunia bisnis. Karena, tanpa sebuah inovasi, mustahil usaha yang akan dijalankan akan m [ ... ]


article thumbnailRamah Hadapi Konsumen

RAMAH dalam menghadapi konsumen merupakan salah satu sikap yang harus dikedepankan oleh seorang  pengusaha. Hal tersebut merupakan sikap yang selalu ditunjukan lajang bernama leng [ ... ]


article thumbnailFokus dan Tanggungjawab

DALAM menjalankan kewajiban yang dibebankan kepadanya, selalu diselesaikan dengan fokus penuh tanggungjawab merupakan salah satu karakter  dari pria yang bernama lengkap Sopian Hi [ ... ]


Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini583
mod_vvisit_counterKemarin1506
mod_vvisit_counterMinggu ini10469
mod_vvisit_counterMinggu lalu12038
mod_vvisit_counterBulan ini32871
mod_vvisit_counterBulan lalu84707
mod_vvisit_counterSemuanya1078396

Ada: 12 Tamu, 22 bots online
IP Anda: 38.107.179.219
 , 
Sekarang: May 19, 2012