Polisi Minta Waktu Satu Minggu Lagi
SUBANG-Tim Puslabfor Mabes Polri saat ini masih terus melakukan penyelidikan penyebab kekabaran Pasar Pujasera Minggu (12/2) lalu. Namun Polres Subang memastikan, hasil penyelidikan penyebab kebakaran dapat diketahui publik dalam tempo satu minggu lagi. Polres pun sudah memintai keterangan ke sejumlah saksi.
“Tak sampai seminggu nanti kita umumkan hasilnya. Sekarang masih serius dalam penyelidikan,” kata Kasatreskrim Polres Subang, AKP Darmono saat dihubungi Pasundan Ekspres, Jumat (17/2). Menurut Darmono, ada beberapa kesulitan dalam penyelidikan ini, diantaranya pihak Pasar Pujasera yang masih belum bisa dimintai keterangan.
“Dari pihak pasar (Pujasera) masih belum bisa dimintai keterangan secara maksimal, baru beberapa saksi yang sudah dimintai keterangan. Nanti masih akan terus ditindaklanjuti,” kata Darmono.
Menurutnya, terlalu dini kalau masyarakat ingin segera mengetahui penyebab pasti peristiwa kebakaran, selain baru dugaan sementara saja.
“Sementara masyarakat harap bersabar, kita masih bekerja. Ini kan baru beberapa hari, masyarakat silakan menduga apa pun penyebabnya tapi nanti hasil sesuai bukti dan fakta penyelidikan,” lanjutnya.
Sementara prosesnya menurut Kasatreskrim, kepolisian akan berupaya semaksimal mungkin terutama dari hasil-hasil temuan Puslabfor juga hasil keterangan-keterangan saksi pedagang. “Kita akan berusaha semaksimal mungkin,” pungkasnya.
Terbakarnya Pasar Pujasera sebagai salah pusat perbelanjaan di Subang ternyata meninggalkan duka tidak hanya bagi pedagang, namun juga pelanggan. Sejumlah pelanggan mengaku ingin segera pasar dengan tempat penampungan sementara segera dibangun. Pasalnya warga yang biasa mencari kebutuhan sandang di sana kini tidak bisa lagi.
Mereka ingin selain segera dibangun tempat sementara, penyebab kebakarannya pun segera diungkap. “Kecewa juga saya pasar itu terbakar karena saya sudah punya langganan di sana,” ujar Ibu Ceneng, 29, pedagang masakan dan sayur kepada Pasundan Ekspres.
Selain itu, ia juga ingin Polisi segera mengungkap kalau kabar yang beredar benar kebakaran karena unsur kesengajaan. “Mudah-mudahan kalau benar pasar itu sabotase oknumnya cepat ditangkap,” lanjut warga asli Pagaden ini.
Senada dengan Popong mengungkapkan kekecewaannya karena ia biasa belanja ke Pasar Pujasera. Namun ia masih bisa bernapas lega karena menurutnya masih ada toko-toko di sekitar Pasar Pujasera yang tidak ikut terbakar jadi masih bisa belanja ke sana. “Walau nggak seramai dulu, lumayan lah masih bisa belanja ke sana,” ujarnya.
Ia pun mengaku mengetahui persoalan Pasar Pujasera. Sehingga kata dia, persoalan tersebut bisa jadi penyebab adanya sabotase. “Dulu kabarnya sih Pasar Pujasera diinstruksikan pindah ke pasar dekat terminal tapi mereka tidak mau. Mungkin kebakaran itu ada kesengajaan,” tandasnya.(rst)

















