Harian Umum Pasundan Ekspres Online

Pemkab Anggarkan Rp450 Juta

Besi Sisa Kebakaran Laku Rp232 Juta
SUBANG-Pedagang Pasar Pujasera, kini bisa bernafas sedikit lega.  Keinginan pedagang untuk tetap berdagang di lokasi Pujasera menemukan titik terang. Pemkab telah menganggarkan dana sebesar RP450 juta untuk membangun tempat penampungan sementara para pedagang pascakebakaran. Hal tersebut diungkapkan Plt Bupati Subang H Ojang SOhandi usai menghadiri acara puncak Milangkala Kecamatan Jalancagak ke-31, Kamis (16/2).
Ojang mengatakan, untuk pasar Pujasera, pihaknya sudah melakukan rapat terakhir. Merespon keinginan pedagang yang ingin tetap berdagang di lokasi Pujasera. “Lokasi tersebut merupakan transit angkutan kota. Tapi untuk penampungan pedagang sementara, kami akan membangun dengan dana sekitar Rp450 juta untuk 140 kios. Satu kios itu dihitung seharga Rp2,5juta,” kata Ojang.
Untuk pengelolaannya, Ojang mengatakan, pihaknya akan menyerahkan kepada Dinas Teknis Dinas Tata Ruang Pemukiman dan Kebersihan (Tarkimsih) atau yang lain. “Kami ingin semua pihak membantu untuk hal ini,” katanya.
Rencanannya, pembangunan tempat penampungan pedagang sementara akan dimulai pecan depan. Namun tetap memperhatikan regulasi. Dana itu kata Ojang, diambil dari dana tak terduga. “Penggunaan dana tak terduga, indikatornya yaitu bencana alam atau bencana sosial,” tuturnya.
Kebakaran Pujasera kata Ojang, termasuk bencana alam, meskipun dari hubungan arus pendek. “Artinya walaupun dari listrik, tetapi ini bencana. Namun berita acara dari muspida belum ditandatangani oleh seluruhnya. Ini akan secepatnya dilakukan dan minggu depan akan mulai dibangun,” katanya.
Dengan keputusan itu, sambungnya, sudah ada kesanggupan Pemerintah Kabupaten Subang untuk membantu. “Janji saya kepada para pedagang hari Rabu (15/2), akan berikan keputusan untuk memberikan bantuan kini telah terbukti dibantu,” tandasnya. 
Selain membantu untuk membangun penampungan sementara, Ojang juga meminta pihak PLN untuk memberikan informasi kepada masyarakat.
Ia pun mengimnbau kepada seluruh  masyarakat dan bukan hanya pelaku pedagang saja, untuk berhati-hati saat meninggalkan rumah jangan sampai terjadi kebakaran. Kemudian kepada jajaran PLN untuk memberikan informasi yang bisa mencerdaskan masyarakat. Bagaimana memberlakukan yang baik untuk pemakaian listrik.
“Kemarin kepala Kepala PLN sudah siap untuk memberikan informasi kepada masyarakat, melalui radio milik Pemerintah Daerah (Pemda). Tata cara menjaga arus listrik atau yang lainnya. Jangan sampai terjadi kebakaran seperti pujasera,” tandasnya.
Di tempat terpisah, terlihat pengelolaan Pasar Pujasera pascakebakaran minggu lalu (12/2) perlahan mulai pulih. Penjualan kerangka besi kios yang terbakar sejak dibuka masa lelang beberapa hari lalu sudah ada yang melirik dengan harga Rp232 juta. Pengurus Koperasi Pujasera akhirnya tidak ingin menyia-nyiakan tahap ini.
Setelah beberapa kali menangguhkan penawaran, pengurus koperasi Pujasera, siang kemarin (16/2) menyepakati menjual besi sisa yang terbakar itu. “Ada pengusaha dari Jakarta yang menawar Rp232 juta dan pengurus sepakat,” kata Mukadi, Ketua Koperasi Pujasera.
Penawaran ini menurut Mukadi pada mulanya ada yang menawar lebih tinggi dari harga yang sudah deal. Namun karena menunggu hingga deadline hari Jumat (17/2) dan pengurus juga mempertimbangkan mungkin ada harga yang lebih tinggi akhirnya harga tersebut terlewat.
“Sebelumnya ada orang Tangerang yang nawar sampai Rp300 juta, tapi karena lama pertimbangan makin ke sini makin turun harga. Besi-besi juga makin menurun kualitasnya, sekarang langsung deal aja daripada turun harga lagi,” ungkapnya.
Sejak kemarin lusa (15/2) para pedagang menandatangani surat pernyataan bermaterai penyerahan kerangka besi kios kepada pengurus sepenuhnya untuk dijual. Hasil dari penjualan tersebut nantinya digunakan sebagai modal koperasi. Walaupun sempat diwarnai kesalahpahaman, namun akhirnya para pedagang menyetujui kebijakan tersebut dengan mempercayai sepenuhnya kepada pengurus. “Kita semua akan terbuka, hasil penjualannya pun juga akan diketahui anggota,” ujar Ketut Suharto, Sekretaris Koperasi Pujasera.
Oleh karenanya dalam waktu dekat Pengurs dan anggota Koperasi Pujasera akan tetap melakukan Rapat Anggota Tahunan (RAT). “Nanti tanggal 22 Februari RAT akan kita laksanakan,” ungkap Ketut.
Selain itu RAT yang rencananya akan dilaksanakan di Hotel Panglejar pun berubah lokasi menjadi di lokasi Pasar Pujasera. “Maaf ibu-ibu bapak kalau tahun lalu ada SHU, ada konsumsi makanan mungkin tahun ini bisa bawa makanan sendiri,” ucap Ketut.(rst)

 

Profil Pilihan Terbaru

article thumbnailBisnis Bermodal Inovasi

INOVATIF merupakan sebuah kemampuan yang harus dimiliki oleh siapa pun yang akan terjun dalam dunia bisnis. Karena, tanpa sebuah inovasi, mustahil usaha yang akan dijalankan akan m [ ... ]


article thumbnailRamah Hadapi Konsumen

RAMAH dalam menghadapi konsumen merupakan salah satu sikap yang harus dikedepankan oleh seorang  pengusaha. Hal tersebut merupakan sikap yang selalu ditunjukan lajang bernama leng [ ... ]


article thumbnailFokus dan Tanggungjawab

DALAM menjalankan kewajiban yang dibebankan kepadanya, selalu diselesaikan dengan fokus penuh tanggungjawab merupakan salah satu karakter  dari pria yang bernama lengkap Sopian Hi [ ... ]


Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini559
mod_vvisit_counterKemarin1506
mod_vvisit_counterMinggu ini10445
mod_vvisit_counterMinggu lalu12038
mod_vvisit_counterBulan ini32847
mod_vvisit_counterBulan lalu84707
mod_vvisit_counterSemuanya1078372

Ada: 11 Tamu, 5 bots online
IP Anda: 38.107.179.218
 , 
Sekarang: May 19, 2012