SEBAGAI seorang figur publik, Soraya Haque menyadari betul pentingya komunikasi. Menurut dia, siapapun yang dalam pekerjaannya berhubungan de ngan banyak orang harus memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik. Termasuk dokter. Soraya menyayangkan masih banyak dokter di Indonesia yang tidak bisa berkomunkasi secara baik dengan pasien.
“Indonesia itu kekurangan orang yang mampu menerjemahkan bahasa sehat. Bahasa kedokteran yang diberikan kepada dokter spesialis kadang kala tidak bisa diterjemahkan dengan mudah oleh masyarakat,” tutur ibu tiga anak itu.
Dia menjelaskan, setiap pasien memiliki keluhan, penanganan dan bahasa pendekatan yang berbeda. Karena itu, para dokter harus menguasai ilmu komunikasi informasi dan psikologi. Pasien tidak hanya membutuhkan obat, tetapi juga terapi psikologis. Caranya adalah komunikasi yang baik antara dokter dan pasien. Salah satu media yang bisa menjadi pembelajaran para dokter adalah ketika dalam masa pengabdian di kawasan terpencil. Saat itu merupakan momen penting untuk melatih kepekaan para dokter muda bahwa setiap individu memiliki kebutuhan yang berbeda.
Melihat fenomena tersebut, Soraya memberikan pelatihan sederhana kepada tiga anaknya agar bisa berkomunikasi dengan baik, apa pun profesinya kelak. Yakni, memberikan kesempatan ruang berbicara untuk anak-anaknya di rumah. ”Ada saatnya saya diam dan mereka bicara. Kalaupun mau instruksi, juga ada peraturannya. Ana pasti menghargai kalau mendapat kesempatan,” ungkapnya. (war/c6/ca)

















