BANDUNG–Ambisi Persib Bandung mendatangkan duo pemain belakang timnas Indonesia Zulkifli Sukur dan M Robby menemukan titik terang. Kedua pemain tersebut dinyatakan tertarik untuk datang ke Kota Kembang. Namun, manajemen Persib belum bisa mengungumkan keduanya hari ini.
Manajer Persib Umuh Muchtar mengatakan, kedua pemain yang masuk dalam bidikan Maung Bandung itu sudah menjalin komunikasi dengan manajemen. "M Roby masih kita tunggu. Untuk Zulkifli masih terus berhubungan dengan kita sampai saat ini," kata Umuh saat ditemui wartawan di Kantor PT Persib Bandung Bermartabat, Rabu (14/9).
Dia menuturkan, keputusan untuk merekrut pemain Arema FC dan Persisam itu masih terus dibahas oleh Tim Empat yang tergabung dalam jajaran manajemen tim dan petinggi klub. "Karena yang mengambil keputusan bukan saya sendiri. Masih kita rapatkan dulu sebelum nanti sudah pasti akan kita umumkan," sambungnya.
Manajemen sendiri sangat menginginkan kedua pemain tersebut. Apalagi salah seorang pemain Persib, Siswanto, memilih hengkang ke Sriwijaya FC.
"Ya, Siswanto minta pamit dengan baik-baik hari ini (Rabu). Sebelumnya dia mengirimkan pesan singkat untuk menghadap pada saya," jelasnya. Namun Umuh menyanyangkan jika Siswanto memilih pindah.
Menurutnya, Siswanto merupakan pemain yang ingin dipertahankan.
"Tiga hingga empat hari ini kita menelepon dia terus. Tapi dia memilih untuk pindah. Seharusnya jangan begitulah," tandas Umuh.
Drago Mamic Terapkan Pola 4-4-2
Untuk mengarungi kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2011/2012 mendatang, pelatih kepala Persib Bandung Drago Mamic bakal menerapkan pola 4-4-2. Namun, sebelum menerapkan pola tersebut, Mamic ingin melihat dulu kemampuan para pemain yang dimilikinya saat ini. Sebab dia mengaku belum mengetahui kemampuan dan kesiapan para pemain yang dipilih langsung oleh Tim Empat bentukan PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) tersebut.
"Soal formasi saya akan lihat dulu kesiapan para pemain dalam latihan. Saya memang cenderung memakai formasi 4-4-2, tapi sebelum menerapkannya saya harus susun dulu konsepnya. Saya belum tahu situasi di tim ini, tapi secara universal masalah pemain sama saja antara muda dan tua. Tapi kalau ada hal yang tidak sesuai saya harus bereaksi," kata Mamic ditemui wartawan di Cafe Persib, Jalan Sulanjana Kota Bandung, Rabu (14/9).
Mamic pun menegaskan akan menerapkan disiplin program terhadap para pemainnya. Dia mengaku punya cara tersendiri agar pemain mendengarkan seluruh instruksinya.
"Disiplin program? What is good is good. Not good is not good. Punishment tidak selalu mengubah pemain. Saya punya cara sendiri agar pemain mendengarkan saya," jelas pelatih yang bisa berbahasa Melayu ini. Di luar itu, Mamic mengaku tengah kesulitan menyusun program lantaran PSSI belum merilis secara resmi kompetisi profesional musim depan. Sebab, untuk menyusun sebuah program, Mamic mengaku harus menyesuaikannya dengan kalender resmi kompetisi. Dengan belum adanya jadwal resmi tersebut, dia kesulitan menyusun program.
"Saya berharap kompetisi dimulai November karena saya pasti punya cukup waktu untuk menyusun berbagai program, termasuk program khusus untuk pemain muda," jelas dia.(gie/bbs)


















