PALEMBANG–Kekalahan telak Persib Bandung atas Sriwijaya FC dengan skor telak 1-4 Rabu (13/1) lalu, di Stadion Gelora Jakabaring Palembang, berdampak panjang. Pasalnya, Persib mengancam mundur dari Liga Super Indonesia (LSI) 2011.
Pernyataan tersebut disampaikan secara resmi oleh Manager Persib Bandung, Umuh Muchtar, dalam siaran persnya seusai pertandingan laga tandang big match Sriwijaya FC versus Persib Bandung tersebut.
Bahkan, Umuh secara lantang siap bergabung menjadi peserta Liga Premier Indonesia (LPI), jika PSSI dan Badan Liga Indonesia (BLI), selaku penyelenggara kompetisi LSI 2011, tak segera membenahi kinerja wasit yang tak “becus” memimpin sebuah pertandingan pertandingan LSI.
“Mau maju gimana, jika PSSI dan BLI masih memperkerjakan wasit yang buruk dalam memimpin liga yang katanya resmi dan paling bergengsi ini. Saya minta PSSI dan BLI harus bisa membenahi masalah biang kerok bobroknya kompetisi yang dikemas dengan biaya mahal ini,” ketus Umuh.
Masalah perwasitan, lanjut Umuh, saat ini menjadi biang keladi buruknya kompetisi Liga Super Indonesia. Jika tak ada perbaikan dan Persib akan di rugikan terus menerus, Persib akan keluar dari LSI dan bergabung bersama kompetisi LPI.
Menanggapi kekalahan telak 1-4 dari Sriwijaya FC, Umuh mengaku, kecewa dengan kepemimpinan wasit yang selalu mengeluarkan keputusan merugikan kepada timnya dan kerap condong memenangkan tuan rumah.
“Semua pencinta sepakbola bisa melihat kinerja wasit dalam pertandingan kali ini begitu buruk, banyak handsball dikotak pinalti tapi wasit tak peduli, begitu pun wasit selalu meniupkan peluit tanda offside, padahal pemain kita jauh dari perangkap offside,” tegasnya.
Umuh memberikan contoh, LPI memiliki wasit-wasit berkualitas dan harus ditiru oleh wasit-wasit LSI. Para wasit LPI memiliki karakter yang tegas dalam mengeluarkan keputusan-keputusan ketika memimpin pertandingan.
“Contoh-lah wasit LPI, kita bisa membandingkan kinerja wasit LSI dan LPI, coba lihat pertandingan LPI di beberapa pertandingan kemarin, berbeda jauh dengan wasit-wasit LSI,” ujarnya.
Makanya, kata Umuh, dampak buruknya wasit LSI, membuat pihaknya lebih memikirkan Persib untuk segera hijrah ke LPI. “Kami siap hijrah ke LPI, sebab kualitas wasit gagal untuk diperbaiki. Pertandingan yang dijalankan ini, butuh biaya dan biaya itu tidaklah sedikit, percuma saja kita capek bertanding, jika hasilnya dikerjai oleh wasit,” selorohnya.
Sementara itu, Wakil Ketua PT.Persib Bandung Bermartabat (PT.PBB), M Farhan menanggapi dingin mengenai ancaman Persib untuk mundur. Pasalnya, itu hanya dilayangkan oleh Manager Persib (Umuh Muchtar) yang sedang emosi atas kekalahan telak Persib. Sedangkan PT.PBB dan konsorsium tak ada pikiran untuk membawa Persib berlaga di kompetisi LPI.
Tak hanya itu, Farhan menambahkan, jika Persib akhirnya “keukeuh” mundur dan ikut LPI, akan berbenturan dengan pihak sponsor yang selama ini ikut membiayai Persib di kancah Liga Super Indonesia.
“Perlu pertimbangan kontrak dengan para sponsor jika Persib akan pindah ke LPI. Pasalnya, jika Persib hijrah ke LPI, kita tak bisa ikut Piala Indonesia. Padahal keikutsertaan di Piala Indonesia menjadi salah satu perjanjian dalam kontrak dengan pihak sponsor,” ujar Farhan, saat dihubungi Bandung Ekspres (Grup Pasundan Ekspres), tadi malam.
Farhan memberi peringatan kepada sang Manager (Umuh Muchtar) untuk membicarakan terlebih dahulu soal sikapnya yang ingin mengajak Persib berlaga di LSI. Pasalnya, Persib adalah milik warga Jawa Barat.
“Tentunya, pernyataan manager untuk mengajak Persib mundur dari LSI hanya emosional sesaat saja. Karena kecewa terhadap kinerja wasit yang sangat buruk. Tapi, saya berharap Persib konsentrasi saja kepada laga lanjutan LSI 2011,” tandasnya.(mg8/rif)


















