Pemuda Rengasdengklok Peduli Rumah Sejarah
RENGASDENGKLOK – Pemuda Rengasdengklok akan segera mengadakan deklarasi pengumpulan koin Rp1.000 untuk rumah sejarah Rengasdengklok. Pasalnya, Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang dinilai tidak memperhatikan rumah sejarah kemerdekaan itu. Rencana deklarasi itu mendapat dukungan dari kalangan masyarakat dan sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karawang dan DPRD Jawa Barat.
Cucu Djiouw Kie Siong, Djiauw Kwin Moy mengatakan, sebagai keturunan Djiouw Kie Siong selaku pemilik rumah sejarah, dirinya sangat mendukung rencana deklarasi pemuda Rengasdengklok untuk mengumpulkan koin Rp1.000 untuk rumah sejarah kemerdekaan Republik Indonesai. “Saya sangat bangga dengan pemuda yang akan mengadakan pengumpulan koin Rp1.000 untuk rumah sejarah, berarti masih ada perhatian dari pemuda-pemuda penerus bangsa terhadap sejarah kemerdekaannya,” kata Kwin kepada Pasundan Ekspres di rumahnya, Selasa (21/2).
Salah seorang Penggagas Aksi Pengumpulan Koin, Imun Munandar mengatakan, deklarasi pengumpulan koin ini akan dilaksanakan di Tugu Proklamasi Rengasdengklok. “Untuk itu, kami selaku pemuda berharap kepada lapisan masyarakat untuk bisa memberikan motivasi dan sekaligus mendukung gerakan ini. Intinya, kegiatan ini adalah untuk mengenang para pejuang dan sekaligus sebagi bentuk mengisi kemerdekaan yang sudah hampir 68 tahun berjalan,” kata Imun.
Tentunya masyarakat Rengasdengklok akan bangga karena titik awal kemerdekaan Indonesia di Rengasdengklok. Dan sekarang, kata Imun, pemuda harus bangkit untuk rumah sejarah sebagai bukti sejarah yang tidak harus dilupakan. “Ingat Jas Merah, jangan sekali-kali melupakan sejarah,” tegasnya.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Deden Darmansyah saat dihubungi melalui telepon selulernya mengatakan, secara pribadi, dirinya sangat mendukung aksi yang akan diadakan pemuda Rengasdengklok itu. Diharapkan, aksi para pemuda itu mendapat respon dari pemerintah pusat, khususnya Presiden Republik Indonesia. “Sudah hampir 68 tahun bangsa Indonesia ini merdeka, seharusnya Rengasdengklok sudah harus jadi pusat parawisata. Maka harus ada perhatian pemerintah agar terwujud Rengasdengklok sebagai Kota Sejarah Kemerdekaan dan sebagai tempat wisata Internasional,” kata Deden.
Akan tetapi karena tidak adanya perhatian dari pemerintah, kata Deden, hingga saat ini sejarah Rengasdengklok hanya sebagai omongan belaka. “Maka secara spontanitas pemuda Rengasdengklok bangkit dan berjuang untuk sejarah, dan rumah sejarah,” ungkapnya.(idr)

















