Diharapkan Pemkab Karawang Mengakui Sebagai Objek Wisata
KARAWANG - Perayaan ruat bumi Cap Go Meh cukup meriah di Karawang. Selain diikuti ribuan warga keturunan China yang datang dari beberapa daerah lain, juga menjadi tontonan gratis buat masyarakat Karawang. Kegiatan ini pun sempat memacetkan arus lalu lintas di sepanjangan Jalan Tuparev, Kertabumi dan Jalan Niaga. Perayaan ruat bumi ini dipusatkan di Vihara Bio Kwan Tee Koen, Minggu (12/2).
Hartono Iskandar, Ketua Pelaksana Kegiatan Ruat Bumi Cap Go Meh mengatakan, kegiatan tersebut diikuti oleh warga keturunan di Karawag, dan beberapa daerah lainnya, seperti Tanggerang, Bekasi dan Bogor. dalam perayaan tersebut ada sekitar 25 joly atau hiasan dewa yang diarak dengan dibarengi dengan Barongsai dan Lion. “Dalam kegiatan ini ada 25 Joly yang akan kita arak. Sedangkan 10 barongsai dan lima lion yang akan meramaikan ruat bumi Cap Go Meh ini,” kata Hartono Pasundan Ekspres, ketika disela-sela upacara keagamaan.
Acara ruatan cap go meh tersebut, merupakan acara ruatan penutup dalam rangkaian kegiatan hari raya imlek. Pasalnya, upacara Cap Go Meh puncak dilaksanakan di Jakarta beberapa waktu yang lalu. Menurut Hartono, acara ruat bumi Cap Go Meh tersebut dijadikan agenda tahunan yang digelar di Karawang. Hal itu dilakukan, karena ruat bumi Cap Go Meh dapat menjadi agenda daerah yang mampu mendukung pariwisata daerah. “Kami harap pemerintah daerah Karawang mampu berpartisipasi dalam kegiatan ini sebagai bentuk meningkatkan potensi wisata Karawang,” katanya.
Handi Jaya Permana, Sekretaris Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Cabang Karawang mengatakan, perayaan ruat bumi Cap Go Meh yang dilaksanakan kali ini, merupakan sebuah bentuk aneka ragam budaya di bumi nusantara. Selain itu. dia mengatakan, hal ini merupakan sebuah bentuk entitas budaya yang selama ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan berbangsa. “Ini adalah sebuah bagian kepribadiayan bangsa, dan nilai-nilai seperti ini harus tetap dipertahankan, karena saat ini nilai-nilai kebangsaan sudah sangat terkikis,” kata Handi.
Handi juga mengatakan, sebagai bangsa yang mempunyai aneka ragam budaya, salah satunya adalah budaya cina, seharusnya mampu menjalankan kehidupan yang selaras dengan masyarakat yang lain. Menurutnya, dengan nilai-nilai pluralisme di Karawang akan mampu menjaga keutuhan bangsa. “Dan itu harus dimulai di Karawang, mengingat
Karawang sebagai kota pangkal perjuangan,” ungkapnya.(kus)
















