Lelang Dimulai Awal Februari
KARAWANG-Sekitar 70 persen dari 1.684 Km panjang jalan di Karawang saat ini mengalami kerusakan. Kerusakan itu terjadi merata di seluruh Kabupaten Karawang. Untuk itu pemerintah daerah sudah menganggarkan untuk perbaikan infrastruktur sebesar Rp285 miliar. Selain itu, agar proses perbaikan segera dimulai maka awal Februari 2012 proses lelang pertama sudah dimulai.
Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan, Yusuf Abdulgani mengatakan, untuk mempersiapkan perbaikan infrastruktur pada tahun 2012 ini, Bina Marga sudah melakukan survey lebih awal pada bulan November tahun 2011. Agar proses pengerjaan bisa lebih cepat, maka awal Februari proses lelang untuk infrastruktur sudah dimulai. “Kita belajar dari tahun lalu banyak pekerjaan yang tidak selesai disebabkan waktu pengerjaan yang sedikit terlambat. Maka awal Februari proses lelang sudah dimulai,” ujarnya kepada Pasundan Ekspres, Selasa (24/1).
Jika pada tahun 2011 ada 38 perusahaan rekanan yang terpaksa di balcklist karena tidak menyelesaikan pekerjaan sampai akhir, lanjutnya, maka tahun ini diharapkan semua perusahaan rekanan bisa menyelesaikan pekerjaan dengan baik. “Dengan anggaran yang besar, maka diharapkan semua jalan rudak yang ada di Karawang bisa diperbaiki,” tukasnya.
Dijelaskan, untuk proses lelang semuanya akan dilaksanakan dengan system LPSE. Sebab ini sudah ketentuan dari pemerintah pusat. Untuk perencanaan dan pengawasannya Bina Marga akan dibantu oleh konsultan. Khusus untuk daerah Karawang Selatan, anggaran yang dipersiapkan sebesar Rp30 miliar. Selain itu, jika pembangunan jalan kawasan sudah selesai, maka mobil-mobil besar yang akan melewati jalan Badami-Loji hanya dari tiga perusahaan yaitu, PT Batkosin, pabrik baja dan Atlasindo. “Mobil yang lain akan menggunakan jalur kawasan industry,” tandasnya.
Dikatakan, pembatasan tonase mobil juga harus dilakukan. Sebab banyak mobil perusahaan yang membawa beban angkut sekitar 60 ton perhari. Jadi jalan yang sudah diperbaiki akan cepat rusak kembali akibat tidak ada pembatasan tonase. “Berat angkut mobil idealnya sekitar 20 ton,” jelasnya.
Warga Kecamatan Pangkalan, Heru mengatakan, sudah hampir delapan tahun jalan sepanjang Badami hingga ke Pangkalan rusak parah. Truk-truk perusahaan lebih banyak berkontribusi terhadap kerusakan jalan hingga berdebu. “Beberapa ruas memang sudah pernah diperbaiki bahkan perbaikan jalannya pun di hotmix, namun ratusan truk industri dan truk pengangkut batu kapur yang lalu-lalang membuat jalan cepat rusak,” katanya.
Bahkan, ada beberapa ruas Jalan Pangkalan, di Desa Wanasari, Tamansari dan Wanajaya yang sudah retak-retak dan terdapat antrean panjang karena truk industri melewati dengan pelan-pelan.
“Kasihan warga Tegalwaru yang akan ke Pemkab Karawang, mereka harus menempuh waktu yang lebih lama, bisa sekitar dua hingga tiga jam karena di beberapa titik harus saling bergantian melewati jalan karena rusak parah. Padahal jaraknya hanya sekitar 40 kilometer,” pungkasnya.(use)
















